LATIHAN
MENGHITUNG FAKTOR KEAMANAN LERENG DENGAN METODA SAYATAN
1) NILAI FAKTOR KEAMANAN DAN MAKNANYA
Lereng mempunyai Faktor Keamanan (F) yang dapat dihitung.
Berdasarkan penelitian Bowles (19889),
hubungan Nilai Faktor Keamanan Lereng dan Intensitas Longsor, sebagai berikut:
Tabel 1.1 Nilai Faktor Keamanan dan
maknanya
NILAI
FAKTOR KEAMANAN
|
KEJADIAN
/ INTENSITAS LONGSOR
|
F
kurang dari 1,07
F
antara 1,07 sampai 1,25
F
diatas 1,25
|
Longsor
terjadi biasa / sering. Lereng
relatif labil
Longsor
pernah terjadi. Lereng kritis
Longsor
jarang terjadi. Lereng relatif
stabil
|
(Modifikasi
dari Bowles, 1989)
2) BEBERAPA CARA UPAYA STABILISASI LERENG RAWAN LONGSOR
(1) Mengurangi beban di puncak lereng:
·
Pemangkasan lereng. à
LATIHAN HITUNG FS.
·
Pemotongan lereng atau cut;
biasanya digabungkan dengan pengisian/peng-urugan atau fill di kaki
lereng.
·
Pembuatan undak-undak. Dapat
di-upayakan dari pekerjaan cut fill).
(1)
Menambah beban di kaki lereng:
·
Menanam tanaman keras
(biasanya pertumbuhannya cukup lama).
·
Membuat dinding penahan
(bisa di-lakukan relatif cepat; dinding penahan atau retaining wall
harus didesain terlebih dahulu)
·
Membuat ‘bronjong’,
batu-batu bentuk menyudut diikat dengan kawat; bentuk angular atau
menyudut lebih kuat dan tahan lama dibandingkan dengan bentuk bulat.
(2) Mencegah lereng jenuh dengan airtanah atau
mengurangi kenaikan kadar air
tanah di dalam tubuh lereng Kadar airtanah
dan mua air tanah biasanya
muncul pada musim hujan, pencegahan dengan
cara :
·
Membuat beberapa penyalir
air (dari bambu atau pipa paralon) di kemiring-an lereng dekat ke kaki lereng.
Guna-nya adalah supaya muka air tanah yang naik di dalam tubuh lereng akan
mengalir ke luar, sehingga muka air tanah turun
·
Menanam vegetasi dengan daun
lebar di puncak-puncak lereng sehingga evapotranspirasi meningkat. Air hujan
yang jatuh akan masuk ke tubuh lereng (infiltrasi). Infiltrasi
dikendalikan dengan cara tersebut.
·
Peliputan rerumputan. Cara
yang sama untuk mengurangi pemasukan atau infiltrasi air hujan ke tubuh lereng,
selain itu peliputan rerumputan jika disertai dengan desain drainase juga akan
mengendalikan run-off.
(3) Mengendalikan air permukaan:
·
Membuat desain drainase yang
memadai sehingga air permukaan dari puncak-puncak lereng dapat mengalir lancar
dan infiltrasi berkurang.
·
Penanaman vegetasi dan
peliputan rerumputan juga mengurangi air larian (run-off) sehingga erosi
permukaan dapat dikurangi.
3) Cara Sederhana Perhitungan Faktor Keamanan Lereng
Faktor Keamanan (F) lereng
tanah dapat dihitung dengan berbagai metode. Untuk longsoran dengan bidang
gelincir (slip surface), F dapat dihitung dengan metoda sayatan (slice method)
menurut Fellenius atau Bishop. Untuk suatu lereng dengan penampang yang sama,
cara Fellenius dapat dibandingkan nilai faktor keamanannya dengan cara Bishop.
Dalam mengantisipasi lereng longsor, sebaiknya nilai F yang diambil adalah
nilai F yang terkecil, dengan demikian antisipasi akan diupayakan maksimal.
Data yang diperlukan dalam suatu perhitungan sederhana untuk mencari nilai F
(faktor keamanan lereng) adalah sebagai berikut :
a. Data
lereng (terutama diperlukan untuk membuat penampang lereng.)
·
sudut lereng
·
tinggi lereng, atau
·
panjang lereng dari kaki
lereng ke puncak lereng.
b. Data
mekanika tanah
·
sudut geser dalam (f; derajat)
·
bobot satuan isi tanah (g ; g/cm3 ; KN/M3 ; Ton/M3)
·
kohesi (c; kg/cm2;
KN/M2 ; Ton/M2)
·
kadar air tanah (w; %)
Data mekanika tanah yang
diambil sebaiknya dari sampel tanah tak terganggu (undisturbed sample).
Cara pengambilan sampel dapat dilakukan dengan pemboran maupun test-pit.
Kadar airtanah (w , %) diperlukan dalam
perhitungan yang menggunakan komputer,
terutama bila memerlukan data gdry atau bobot satuan isi tanah kering, yaitu : gdry=
g wet/(1+w). Pada lereng yang
dipengaruhi oleh muka air tanah nilai F (dengan metoda sayatan, Fellenius)
adalah sbb.:
cL+ tan f S (Wi
cos ai - mi
x li
)
S (Wi
sin a i )
c =
kohesi (KN/M2)
f = sudut
geser dalam (o)
a = sudut bidang gelincir
per-sayatan (o)
m = tekanan air pori (KN/M2)
l =
bidang gelincir per-sayatan (m);
L =
jumlah panjang bidang gelincir
mi
x li =
tekanan pori di tiap sayatan (KN/M)
W = luas tiap bidang sayatan x g (KN/M)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar